Ereksi 55 Jam, Napi Tuntut Perawat

INILAH.COM, New York – Bagi pria yang mengalami masalah keperkasaan mungkin akan iri dengan yang dialami narapidana di Amerika Serikat ini. Pasalnya, ia mampu ereksi tanpa jeda selama 55 jam. Namun, hal ini justru membuatnya merasa tersiksa dan menuntut perawat yang telah mengobatinya. Nah lo!

Hal itu dialami Dawud Yaduallah, yang ditahan di Lembaga pemasyarakatan Manhattan. Gara-gara pengobatan antipsikotik yang diterimanya, narapidana ini menuntut perawat yang memberikan pengobatan tersebut. Pasalnya, ia harus menahan sakit yang luar biasa karena mengalami ereksi selama 55 jam.

“Protes saya tak pernah didengarkan perawat. Saya bahkan harus menahan rasa sakit selama lebih dari dua hari sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya kepada New York Post, Rabu (10/6).

Menurut Dawud, hal itu terjadi setelah perawat bernama Judith Lovelace meningkatkan dosis harian obat antipsikotik yang ia minum hingga 25%. Efek sampingnya, penisnya langsung ereksi dan hal itu sangat menyakitkan baginya.

“Akibatnya penis saya menderita luka permanen. Termasuk disfungsi ereksi, tak mampu berejakulasi, dan rasa sakit saat melakukan hubungan intim,” lanjutnya.

Akibatnya, ia kini harus mengonsumsi beberapa jenis obat untuk mengobati penyakit ‘barunya’. Kekesalan Dawud menumpuk saat Lovelace malah tak memberikan obat apapun untuk menyembuhkan penyakitnya itu. Si perawat malah menyuruh Dawud untuk mengompres penisnya dengan es. Waduh! [vin/nuz]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s